Jangan pernah memalsukan surat rekomendasi lamaran kerja!

Posted on

Banyak pencari kerja yang yakin kalau keberadaan surat saran bisa menunjang lamaran agar di terima di sebuah perusahaan. Padahal penelitian paling baru memperlihatkan kalau surat saran justru tidak sepenting itu.

Seperti yang dilansir dari Live Science (29/11), penelitian dari CareerBuilder tepatnya membongkar kalau biasanya perusahaan (sekitar 80 persen) memilih untuk menghubungi pemberi saran terhadap pencari kerja sebelum saat memanggil mereka di dalam sesi wawancara. Sebanyak 16 % perusahaan pun mengaku menelepon pemberi saran terhadap pencari kerja lebih-lebih sebelum saat ada ketentuan mereka layak lolos ke step wawancara atau tidak.

Sayangnya, biasanya perusahaan pada akhirnya kecewa setelah menghubungi para pemberi saran tersebut. Pasalnya perusahaan menemukan 30 % surat saran ternyata palsu dan tidak sesuai bersama kekuatan pelamar yang sebenarnya.

Lihat Juga : Contoh Surat Lamaran Kerja

Rosemary Haefner, wakil presiden di divisi sumber energi manusia di CareerBuildermenyebutkan kalau pencari kerja wajib bisa bersama benar memilih orang yang bisa memberikan mereka saran yang sesuai.

“Jika andaikan orang tersebut tidak mau, jangan dipaksa atau perihal itu bakal menyebabkan kondisi menjadi canggung pada pelamar, pemberi rekomendasi, dan perusahaan,” terang Haefner.

Rekomendasi sebenarnya menjadi salah satu pertimbangan perusahaan di dalam menerima pegawai. Namun sekitar 70 % perusahaan terpaksa mengubah asumsi setelah menghubungi pemberi saran para pelamar.

Kesimpulannya, jangan penah memalsukan data terhadap surat lamaran kerja maupun saran kalau Anda tidak rela mengakibatkan kerusakan reputasi diri sendiri saat melacak kerja