Lengkap! 18 Tips Memotret Dengan Handphone Agar Fotomu Sekeren Kamera Mahal

Posted on

Belajar Fotografi – Ingin jago memotret tapi hanya punyai kamera handphone atau smartphone? Jangan ragu, di era waktu ini kecanggihan teknologi kamera smartphone membuat hasil fotonya sudah susah dibedakan dengan foto berasal dari kamera digital dalam keadaan tertentu. Kamu yang gemar fotografi tapi terbatas dengan alat yang ada, yuk maksimalkan smartphone yang tersedia di tangan kamu lewat beberapa tips berikut ini.

1. Pahami bahwa sinar adalah perihal utama
Istilah fotografi berarti melukis dengan cahaya. Pastikan keadaan kamu memotret punyai pencahayaan yang cukup.

Hal ini jadi nomor 1 karena keterbatasan sensor kamera handphone yang ukurannya lebih kecil berasal dari DSLR, baik itu APSC lebih-lebih yang full frame.

Karena ukurannya yang kecil, otomatis kemampuan menangkap cahayanya juga lebih sedikit. Oleh karena itu kita wajib mengakalinya dengan memotret dalam lingkungan yang lumayan terang.

2. Pilih objek foto yang menarik ya
Sekalipun kamu sudah jago banget memotret, menguasai beragam teknik fotografi yang njlimet  dan tinggi-tinggi bahasanya, tapi kalo objek yang dipotret kurang menarik yah sama saja.

Pasti hasil fotonya kurang menarik nanti.

Oke, kita bisa memikirkan bagaimana cara membuat yang tak menarik tadi jadi kelihatan menarik, tapi untuk mempermudah silahkan cari objek yang menarik sedari awal.

Bagaimana menentukannya? Perbanyak memandang hasil karya fotografer lain,sering-sering stalk timeline IG mereka  lalu pelajari objek yang biasa mereka potret.

Setelah itu temukan passion kamu dimana. Jika tertarik memotret sunset atau sunrise, jadikan itu objek utama kamu. Tertarik memotret bunga? Silakan temukan bunga yang paling menarik yang bisa kamu potret.

Tertarik foto selfie? Oke… Itu agak gimana yah.

3. Usahakan juga supaya objeknya diam
Salah satu kelebihan utama kamera DSLR atau mirrorless dalam memotret adalah kemampuan membekukan objek dengan kecepatan tinggi.

Hal itu tidak sama dengan kamera hape atau smartphone yang agak kurang bisa memotret benda bergerak.

Oleh karena itu dalam pemilihan objek yang dambakan dipotret usahakan objeknya diam ya.

Kalo gak bisa diam (misalnya objek yang dipotret: pacar sendiri), getok sedikit kepalanya.

Dijamin pasti diam, kamu yang didiamin maksudnya hehehehe.

4. Latih tanganmu memegang handphone dengan stabil
Untuk melatihnya bisa dengan cara memegang tangan pacar di depan papanya :D.

Kalau sudah tidak gemetar, berarti kamu lumayan teruji hehehe.

Tak tersedia satu orang pun yang suka memandang foto yang blur atau kelihatan kabur semuanya.

Demikian juga waktu kamu memotret dengan handphone ataupun tipe kamera lainnya. Beberapa tips ini akan menunjang kamu supaya bisa memelihara tangan selalu stabil.

5. Mendekatlah ke objek yang dipotret (kecuali yang kamu potret itu komodo hehehe)
If your pictures aren’t good enough, you’re not close enough – Robert Capa

Terjemahan bebas berasal dari quotenya om Robert di atas adalah kalo fotomu jelek, berarti kamu kurang dekat dengan objeknya. Gitu.

Ada banyak kelebihan yang bisa kamu bisa jika rela mendekat ke objek yang dipotret. Pertama adalah efek bokeh pada backgroundnya.

Ingat, tidak benar satu segi bokeh adalah jarak kamera dengan objek yang dipotret. Lihat lagi tips bokeh  menggunakan smartphone ini.

Yang kedua adalah kamu tak wajib gunakan zoom kamera yang hasilnya tidak baik itu. Plus kamu bisa mengkomposisi objek di seluruh frame foto yang ada.

6. Pilih aplikasi kamera bawaan handphone atau smartphone
Kecuali kamu rela selfie bolehlah C360, tapi jika dambakan mutu terbaik potretlah dengan aplikasi bawaan kamera.

Nanti setelah itu baru kamu bisa edit fotonya dengan beragam aplikasi yang ada.

Memotret dengan aplikasi third party tadi biasanya bakal memangkas mutu foto karena sudah disempurnakan beragam efek dan filter yang tersedia.

Pengecualian jika kamu memilih gunakan aplikasi tertentu fotografi semacam Camera FV-5.

Aplikasi semacam ini justru direkomendasikan karena mengoptimalkan kamera smartphone dengan meningkatkan fitur semacam pengaturan ISO atau aperture.

7. Saat memotret tahan sedikit hingga kamera selesai menyimpan fotonya
Ini pengalaman aku pribadi. Pernah disuruh memotret teman dan pacarnya. Keduanya sudah bergaya penuh kemesraan, dan aku dengan yakin diri memotret keduanya.

Jepret.. Jepret, karena terbiasa dengan DSLR yang full speed, langsung aku serahkan hasilnya ke mereka biar dilihat.

Eh.. Malah diprotes, kok fotonya blur seluruh katanya, padahal sudah terkunci fokus tadi. Ternyata oh ternyata, rentang waktu memotret di smartphone itu punyai jeda lumayan panjang.

Saat ditekan layarnya, kamera tak langsung memotret plus sering kadang waktu shutter yang dipilih lumayan lambat supaya bergoyang sedikit hasilnya pasti blur.

Jadi kalo kamu dambakan hasil fotonya bagus, sabar sedikit sebelum akan mengecek hasil fotonya ya.

8. Angle is everything
Pernah simak tulisan viral di Facebook dengan judul di atas? Jika pernah, pasti kamu tahu bahwa sudut pemotretan itu terlalu berpengaruh pada hasil foto.

Demikian juga waktu memotret dengan kamera handphone. Perhatikan angle yang kamu pilih, setidaknya kamu sudah bisa memikirkan hasil fotonya nanti layaknya apa. Artikel tentang beragam angle waktu memotret ini bakal terlalu menunjang kamu.

Jika kamu mau, kamu bisa mencoba teknik force perspective yang menjadikan hasil fotomu kelihatan unik layaknya di bawah ini.

9. Pelajari komposisi foto kamu, kecocokan objek dan background, warna, bentuk, garis
Komposisi foto itu penting.

Karena  menentukan apakah fotomu  memiliki arti atau hanya sebatas jepret semata.

Komposisi sendiri lumayan kompleks untuk dipelajari, dalam fotografi kita mengenal komposisi rule of third, golden ratio, spiral, pola dan banyak lagi.

Untuk mempermudah kamu, waktu kamu bakal memotret peduli lagi apakah objek dan latar serta benda-benda dalam frame sudah kelihatan cocok? Apakah tetap tersedia cara supaya kelihatan lebih baik lagi?

Entah tersedia objek yang digeser atau kamu yang bergeser,  atau membersihkan tempat berasal dari sampah yang terlihat. Hal-hal simpel semacam itu lumayan berpengaruh nantinya.

10. Bersihkan lensa smartphonemu berasal dari minyak, kotoran dan debu
Rata-rata tiap-tiap orang selalu menggenggam smartphone waktu bepergian kemana saja.

Hal ini membuat smartphone jadi benda yang paling rentan pada debu dan kotoran yang tersedia di sekeliling kita.

Tak seperta lensa kamera digital yang dibekali dengan lens cap atau penutup lensa, lensa yang tersedia di smartphone pasti tak dibekali perihal semacam itu.

Bahkan sekalipun gunakan case pelindung, anggota kaca lensa pasti dibiarkan terbuka.

Oleh karena itu biasakan untuk membersihkan lensa sebelum akan memotret, gunakan kain halus semacam pembersih kacamata untuk membersihkan berasal dari kotoran atau sidik jari yang menempel.

11. Gunakan tripod (kalo wajib ya)
Ini bukan perihal yang terlalu mendesak sih.

Hanya jika kamu memotret di keadaan yang kurang sinar atau ingin membuat foto slow speed light trail dengan smartphone.

Meski begitu untuk bisa membuahkan foto layaknya itu kita perlu aplikasi tertentu yang bisa memberikan pengguna kemampuan menyesuaikan segitiga fotografi, lebih-lebih memilih shutter speed.

Itupun tak bisa dipakai di seluruh tipe smartphone, hanya di beberapa tipe dan merek saja.

Oh ya, supaya supaya smartphonemu bisa ditempatkan di tripod kamu perlu holder tertentu yang bisa disambung ke mount tripod. Holder semacam ini banyak kok dijual secara online.

12. Mode HDR di keadaan yang kontras cahaya
Pahami lebih-lebih dahulu apa fungsi HDR tersebut supaya kamu bisa lebih tahu keadaan di mana wajib gunakan fitur ini.

Secara lazim fitur HDR kita bisa gunakan waktu memotret dalam keadaan dengan kontras yang tinggi. Misalnya memotret di siang terik tapi objeknya di bagian yang gelap entah karena dinaungi pepohonan atau di dalam pondok.

13. Buat foto bercerita
Salah satu trick supaya fotomu kelihatan menarik dan berkesan adalah membuat foto bercerita. Maksudnya adalah tiap-tiap orang yang memandang foto yang kamu potret itu, bisa tahu arti dibalik pembuatan foto tersebut.

Agar lebih ringan dipahami orang yang melihat, sediakan dua atau lebih foto yang saling berkaitan satu sama lain.

Trik ini bakal menarik jika kamu lakukan waktu traveling atau jalan-jalan.

Sekali-sekali coba tipe foto human interest. Pasti kamu bakal tertarik.

14. Sigap tangkap momen
Hal ini berkaitan erat dengan poin sebelumnya yang foto bercerita. Agar sebuah foto bisa menampilkan arti atau bisa dipahami oleh orang lain juga bergantung dengan peristiwa yang kamu potret.

Supaya kita sigap menangkap peristiwa yang ada, studi untuk memperhatikan keadaan di sekeliling kamu. Jangan hanya terpaku saja dengan layar dan sarana sosial.

Salah satu nilai malah bagi kamera smartphone adalah bentuknya yang kecil lagi ringan. Dengan begitu takkan terlalu mencolok waktu dipakai memotret, plus ringan (dan pasti) dibawa kemana-mana.

Ingat rela smartphonemu Android ataupun Apple, ketika mendapat peristiwa yang punya nilai nilainya tak tergantikan loh.

15. Manfaatkan mode burst
Pada beberapa tipe smartphone di sajikan mode burst atau pilihan untuk memotret berturut-turut banyak foto sekaligus.

Agar supaya peristiwa yang kamu potret bisa terekam sempurna, jangan ragu untuk gunakan mode ini.

Beruntunglah kita yang hidup di era kartu memori bergiga-giga harganya jadi murah. Apalagi banyak hape yang menawarkan memori internal lumayan besar.

16. Lensa tambahan?
Siapa bilang smartphone tidak bisa dipakaikan lensa tambahan?

Saat ini sudah banyak beredar  lensa tambahan tertentu smartphone yang memberikan efek tersendiri bagi hasil foto.

Sayangnya, mutu lensa tambahan ini rata – rata tetap belum lumayan memadai.

Salah satu lensa untuk smartphone yang lumayan bagus adalah product berasal dari produsen Lensbaby.

17. Bagaimana dengan lampu kilat?
Jujur saja lampu kilat di smartphone sering kadang hanya sebagai penanda foto baru saja dijepret hehe.

Banyak kali waktu foto grup, katanya ‘belum terasa’ kalo gak pake lampu kilat.

Di samping kemampuan sinar berasal dari flash hape yang tak seberapa, gunakan lampu flash secara langsung juga membuat hasil foto kurang baik.

Lihat penjelasannya di artikel flash eksternal ini, meski yang dibahas flash untuk kamera tapi dasarnya sama saja.

Karena itu lagi ke poin pertama, waktu memotret pastikan keadaan cahayanya mencukupi supaya lampu kilat tak diperlukan lagi.

18. Editing
Jangan pandang remeh proses editing ini.

Jika kamu jago mengedit, bisa-bisa foto muka sendiri sudah tak dikenali lagi hehehe.

Inti berasal dari proses editing adalah supaya fotomu kelihatan lebih bagus lagi. Kata bagus di sini pasti subjektif sekali, apa yang menurutmu bagus belum pasti menurut orang lain serupa.

Tips sederhananya adalah biarkan hasil fotomu kelihatan simple, karena yang terlalu berlebih pasti hasilnya kurang baik.

Beberapa perihal utama adalah kasus cropping (contoh membuat horizon kelihatan lurus), koreksi warna, ataupun terang dan gelap foto.

Beberapa aplikasi foto yang lumayan populer dan powerful untuk ini adalah Photoshop mobile, VSCO, Snapseed dan semacamnya.

***

Demikian tips lengkap membuat kamu yang tertarik menjadikan smartphonemu sebagai senjata handal untuk memotret.