Mengenal apa itu Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3)

Posted on

Jasa SMK3 – Apakah kamu adalah pemilik sebuah perusahaan? Atau kamu bekerja di sebuah perusahaan? Apakah perusahaan milikmu atau perusahaan tempatmu bekerja memiliki resiko bahaya? Kalau tersedia apakah telah diterapkan SMK3?

Belum dibahas, tapi aku telah bertanya banyak di awal postingan, kenapa?, perihal ini karena SMK3 itu perlu diterapkan di perusahaan. Eits, jangan tidak benar arti, SMK3 di sini bukanlah nama sekolah yah. SMK3 yang di – sharing ini merupakan sebuah system tepatnya.

Seperti yang telah di – sharing terhadap postingan sebelumya, setiap pemilik perusahaan mesti jalankan K3 di perusahaannya. Pelaksanaan K3 merupakan tidak benar satu upaya “accident prevention”. Penerapan K3 dilaksanakan dengan mengfungsikan sebuah sistem bernama Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Apa itu SMK3 dan kenapa mesti diterapkan? Ayo kita bahas satu persatu.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau disingkat SMK3 merupakan Bagian dari sistem manajemen secara total yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan prosedur, sistem dan sumber energi yang diperlukan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang terkait dengan aktivitas kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efektif dan produktif (PP 50/2012)

Tujuan dan sasaran SMK3 adalah sebagai upaya pengendalian resiko dengan penciptaan suatu system k3 di tempat kerja dengan melibatkan unsure manajemen tenaker dan keadaan serta lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan kurangi kecelakaan dan PAK serta terciptanys lingkungan kerja yang nyaman, efektif dan produktif

Pertanyaan yang muncul, apakah semua perusahaan mesti menerapkan SMK3? Adakah pengecualian?

Kewajiban penerapan SMK3 di perusahaan serta syarat2 perusahaan yang mesti menerapkan SMK diatur dalam UU no 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan Pasal 87 dan PP Nomor 50 Tahun 2012 mengenai Sistem Manajemen K3 Pasal 5.

(UU 13/2003, Pasal 5)

“setiap perusahaan mesti menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan”.

(PP 50/2012, Pasal 87)

Setiap perusahaan mesti menerapkan SMK3 di perusahaannya.
Dalam menerapkan SMK3 sebagaimana dimaksud terhadap ayat (1), entrepreneur mesti berpedoman terhadap keputusan pemerintah ini, keputusan perundang-undangan serta konvensi internasional yang berlaku bagi tiap-tiap sektor usaha.
Kewajiban sebagaimana dimaksud terhadap ayat (1) berlaku bagi perusahaan yang memperkerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang.
Ketentuan mengenai jumlah pekerja/buruh sebagaimana dimaksud terhadap ayat (3) dikecualikan jika perusahaan mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
Penetapan tingkat potensi bahaya tinggi sebagaimana dimaksud terhadap ayat (4) sesuai dengan keputusan perundang-undangan.
Nah membuat perusahaan yang sesuai dengan yang dijelaskan di pasal-pasal di atas tidak melaksanakn SMK3 dapat tersedia sanksi yang diberikan. Penjelasan mengenai sanksi ini diatur di UU No 13 Tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan pasal 190

Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran Pasal 87, berbentuk :

Teguran;
Peringatan tertulis;
Pembatasan aktivitas usaha;
Pembekuan aktivitas usaha;
Pembatalan persetujuan;
Pembatalan pendaftaran;
Penghentian selagi sebagian atau semua alat produksi;
Pencabutan ijin.
Punya perusahaan gede tapi tidak jalankan SMK3? Duh apa kata dunia coba, maka dari itu, ayo budayakan peneraoan SMK3 di perusahaan. Saling mengingatkan pada entrepreneur dan tenaga kerja dapat menciptakan budaya K3 yang dapat berimbas terhadap meningkatnya produktivitas perusahaan.