Menghadirkan Alam Terbuka pada Bangunan

Posted on

Pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Ario Andito dalam merancang bangunan sudah tak diragukan lagi. Terbukti dengan apresiasi dan penghargaan yang ia terima, baik secara pribadi maupun bersama tim konsultan arsitek di Parametr Indonesia dan studio SA_e. Karya-karyanya telah banyak menghiasi sudut-sudut kota di Indonesia.

Memilih menjadi arsitek, Andito putuskan setelah menjalani pendidikan selama tiga tahun belajar di Fakultas Elektro Satya Wacana Salatiga. Karena merasa tidak cocok dengan keinginannya tersebut, kemudian ia pindah kuliah ke Jurusan Arsitektur UNIKA Soegijapranata Semarang, di sana ia menemukan bakatnya dan semakin mantap dengan pilihannya untuk menjadi arsitek. Banyak referensi buku tokoh arsitektural dunia yang dipelajarinya untuk menambah wawasan dan menunjang pendidikan dalam bidang arsitektur.

Selepas masa pendidikan di UNIKA, Andito memulai karir sebagai arsitek profesional dengan bekerja magang pada sebuah perusahaan konsultan arsitek, Han Awal & Partners Achitect, selama tiga tahun. Berkat rekomendasi Han Awal, Andito mendapat kesempatan melanjutkan kerja magang di salah satu perusahaan konsultan arsitek ternama dunia, Denton Corker Marshall (DCM), dan perusahaan konsultan arsitek swasta di Singapura. Sepulangnya ke Indonesia, Andito bersama tiga arsitek lainnya mendirikan perusahaan konsultan arsitek Parametr Indonesia pada 2017, namun baru berjalan satu tahun perusahaan ini vakum.

Keindahan Alam di Hunian Modern

Karena dirasakan penting memiliki perusahaan sendiri, untuk mengembangkan bisnis dan menerapkan ilmu arsitektural, Andito mendirikan Studio SA_e. Selain merencanakan arsitektur bangunan, Studio SA_e juga memiliki kegiatan yang mendidik para arsitek muda untuk magang. Program tersebut sarana penyaluran pengetahuan dan pengalaman Andito kepada para arsitek muda sebagi bekal masa depan mereka.

Dalam menerapkan konsep rancang bangun untuk para kliennya, Andito memiliki sebuah konsep yang ia ciptakan sendiri dan merupakan ciri khas dari Studio SA_e, yaitu Kroaisme. Istilah ini ia ambil dari bahasa Jawa, kroa yang berarti lubang. Menurutnya, sebuah bangunan baik gedung komersial maupun residensial, selayaknya memiliki fungsi yang selaras dengan alam dan lingkungan sekitar. “Kroaisme juga perekat antara ruang-ruang yang ada di atas dan di bawah. Kroaisme itu jalan untuk menghadirkan angin, cahaya, bahkan hujan.

Walaupun rumah tersebut sempit atau kecil, seharusnya kualitas dari faktor-faktor penting itu bisa hadir. Kami menyebut Kroaisme sebagai nafas, flosof, tool, alat, cara kami mendesain.” kata Andito. Fenomena yang sering ditemui pada rumah-rumah urban yang tersekat oleh kavling, karena keterbatasan lahan yang dimiliki tidak memungkinkan menghadirkan suasana alami ke dalam rumah. Bagi Andito, konsep Kroaisme adalah solusi masalah tersebut.

Dalam prakteknya, Kroaisme akan menciptakan lubang-lubang pada ruangan di dalam dan luar ruangan rumah yang saling dapat terkoneksi satu sama lain yang akan menghilangkan hambatan koneksi visual antar ruangan. Seperti yang diterapkan pada Rumah Gerbong milik Andito yang merupakan tempat tinggal, kantor Studio SA_e dan juga sebagai ruang publik. “Rumah Gerbong menunjukkan bagaimana merespon alam untuk kepentingan beberapa fungsi, kantor, rumah dan ruang publik. Setiap ruangan memiliki sirkulasi yang baik, saving energy, ambience yang diharapkan. Fungsi ruang, spasial, sensitivitas terhadap alam dan lingkungan merupakan faktor yang sangat penting, gaya rumah tinggal mengikuti,” kata Andito.

Tercatat beberapa klien Studio SA_e tertarik dengan konsep Kroaisme diantaranya, Mayapada Group, PT. Paradise, New Ratna Motor, Accor, dan Aston. Sedangkan proyek yang sedang berjalan di antaranya, residensial di Puri Indah, Bandung, Pondok Indah, Jombang, dan Rancamaya; hoteliers di Bandungan Jawa Tengah, Semarang, Bintan; office tower di Solo dan beberapa proyek perkantoran di Jakarta.

Menurut Andito,, komunikasi dengan klien harus berjalan baik dan sinergis agar menghasilkan kepuasan hasil. Ia pun sering mengedukasi klien dengan konsep Kroaisme. “Ada satu proyek showroom mobil yang menerapkan Kroaisme, bagaimana men-display mobil dengan cara yang berbeda, dan Kroaisme di sana muncul sebagai satu tipologi yang menarik untuk sebuah showroom.” tutup Andito.

sebuah rumah minimalis modern rasanya kurang lengkap jika belum ada genset. karena genset sebagai sumber daya listrik ketika listrik dari PLN sedang padam. Genset Perkins adalah solusi dari permasalahan listrik padam. dengan harga yang murah ini Genset perkins mampu bersaing karena didukung oleh kualitas mesin yang handal. meskipun harga genset Perkins murah namun mesinnya tahan lama dan awet.