Tips Membeli Tanah Kavling

Posted on

Kavling Syariah – Jika kamu berniat untuk belanja tanah kavling, untuk keperluan sendiri atau keperluan investasi sebaiknya sebelum saat kamu belanja kamu harus mencermati beberapa hal terlebih dahulu,
Tanah kavling merupakan beberapa bidang tanah di dalam satu kawasan yang sengaja dikerjakan pemecahan sertifikatnya, baik oleh perorangan maupun badan bisnis yang sah. Berasal dari sertifikat induk hasil penggabungan maupun satu sertifikat induk biasa.

Sebenarnya tak ada perbedaan belanja tanah kavling di dalam satu kawasan dengan belanja tanah kavling biasa bidang per-bidang milik penduduk pada umumnya. Persyaratan dan ketetapan menjual belinya sama.

Asal melibatkan subyek hukum (penjual dan pembali) yang sah, objek tanahnya pun sah untuk diperjualbelikan, dan gunakan mekanisme menjual membeli yang cocok dengan ketetapan perundangan, maka transaksi menjual membeli tanah selanjutnya dianggap sah.

Berikut yang harus diperhatikan sebelum saat kamu belanja tanah kavling:

• Cek sertifikat tanah
Apakah sertifikat tanah masih berbentuk Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Jika masih berbentuk Hak Guna Bangunan (HGB), tanyakan pada pihak developer atau penjual, siapa yang akan menjamin cost peningkatan hak jadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

• Periksa batas tanah kavling
Bisa saja batas tanah yang dijelaskan pihak penjual ternyata tidak serupa dengan yang tertera di sertifikat. Sebagai pembeli, kami harus memandang langsung gambar batas tanah yang ada di sertifikat. Akan jadi masalah jika ternyata batas tanah yang tertera di sertifikat tidak serupa dengan yang dijelaskan penjual.

• Cari jelas asal usul tanah
Sebaiknya kami jelas asal usul tanah itu apakah bekas rumah, hutan, kuburan atau tempat ibadah agar kedepannya tidak ada suatu kesalahpahaman atau sengketa yang tidak kami inginkan.

• Akses jalan
Periksalah akses jalan, karena akses jalan selamanya jadi keperluan di manapun tanah kavling akan dibeli. Pilih akses jalan yang mampu melintas dua mobil kiri kanan.

• Perkembangan lingkungan
Anda harus pintar memandang perkembangan lingkungan lebih kurang terlebih kiri kanan yang akan jadi tetangga nantinya. Ada kavling cepat laku tetapi tidak dibangun oleh pemiliknya. Jangan hingga Anda membangun rumah tetapi kiri kanan kosong di dalam kala lama, lebih-lebih jaraknya benar-benar jauh, rumah kamu keluar terpencil sendirian.

• Antisipasi bahaya sekitar
Hindari belanja tanah kavling dekat jalan listrik tengangan tingi, jalan pipa gas, jalan rel kereta, tempat bandara dan tepi sungai. Antisipasi juga tergusur oleh pembangunan layanan umum.
Perbedaan belanja tanah kavling yakni di dalam satu kawasan penjualnya telah merancang siteplan kawasannya secara rapi dan tertata. Membangun jalan lingkungan, sedia kan arae akan fasum dan fasos, dan mengurus perizinannya menyerupai developer perumahan. Dengan demikianlah konsumen tanah kavling dimudahkan kalau suatu kala membangun rumah di atas tanah tersebut.